Prosedur Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3)
Ikuti langkah-langkah K3 untuk praktik yang aman dan tertib di laboratorium. Karena keselamatan itu bukan pilihan—tapi kewajiban!
Hirarki Pengendalian Risiko
Di Laboratorium Pneumatik SMKN 2 Depok, kami percaya bahwa pengalaman belajar yang maksimal hanya dapat dicapai di lingkungan yang aman. Untuk mewujudkan hal ini, kami menerapkan hirarki pengendalian risiko, sebuah pendekatan sistematis yang diakui secara global untuk mengelola potensi bahaya. Penilaian risiko dilakukan dengan cermat, mempertimbangkan frekuensi dan keparahan potensi bahaya yang...
Baca SelengkapnyaPentingnya Alat Pelindung Diri (APD) di Laboratorium Pneumatik SMKN 2 Depok
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah fondasi utama yang mendukung proses pembelajaran yang efektif dan pengalaman praktik yang optimal. Meskipun laboratorium dirancang untuk tujuan edukasi dengan tingkat tekanan yang terkontrol, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang tepat tetap menjadi kewajiban mutlak untuk memastikan keamanan setiap individu dan memaksimalkan fokus belajar. APD...
Baca Selengkapnya
Panduan Pengembalian Alat di Tools Pickup
Kedisiplinan dalam pengembalian alat merupakan bagian integral dari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) di Laboratorium Pneumatik SMKN 2 Depok. Pengembalian alat yang benar tidak hanya menjaga kerapian dan efisiensi, tetapi juga memastikan alat siap digunakan dengan aman oleh pengguna berikutnya, dan...
Baca SelengkapnyaMenerapkan 5R/5S di Laboratorium Pneumatik
Laboratorium Pneumatik SMKN 2 Depok berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, efisien, dan produktif. Salah satu pilar utama dalam mewujudkan komitmen ini adalah penerapan budaya 5R, yang merupakan adaptasi dari konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) yang populer di industri manufaktur Jepang. 5r di Indonesia dikenal dengan sebutan 5R: Ringkas,...
Baca SelengkapnyaTidak ada media tersedia
Peraturan Laboratorium Pneumatik SMKN2 Depok
Peraturan Laboratorium Pneumatik SMKN 2 DepokPenerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah prioritas utama di Laboratorium Pneumatik SMKN 2 Depok. Peraturan ini dibuat untuk memastikan keamanan seluruh pengguna, menjaga fasilitas, dan mengoptimalkan proses belajar mengajar. Patuhi setiap poin peraturan demi keselamatan bersama.I. Aturan Umum dan Akses LaboratoriumIzin Akses: Hanya siswa,...
Baca SelengkapnyaTidak ada media tersedia
Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran
Sistem informasi manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan di laboratorium pneumatik. Salah satu risiko yang perlu diantisipasi adalah potensi kebakaran. Berikut ini adalah langkah-langkah pencegahan, penanggulangan, serta penyelamatan diri dalam situasi kebakaran yang dapat diintegrasikan ke dalam sistem K3 laboratorium.1. Pencegahan KebakaranPencegahan merupakan langkah awal...
Baca SelengkapnyaPedoman Tindakan Darurat Saat Gempa Bumi di Lingkungan Sekolah dan Laboratorium
Sebagai negara yang terletak di antara tiga lempeng tektonik aktif, Indonesia memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi. Dalam konteks pendidikan dan laboratorium seperti laboratorium pneumatik, kesiapsiagaan dan pemahaman terhadap prosedur darurat menjadi sangat penting.Berikut ini panduan langkah-langkah yang perlu dilakukan saat menghadapi gempa bumi:1. Sebelum Gempa Terjadi (Prabencana)Kenali daerah rawan...
Baca SelengkapnyaTidak ada media tersedia
Panduan Menjaga Alat Pneumatik dengan Metode 5R
Di bengkel atau laboratorium SMK, alat-alat pneumatik seperti kompresor, silinder, dan katup harus dijaga supaya tetap awet dan aman digunakan. Nah, cara merawatnya bisa pakai metode 5R, yaitu: Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Yuk, kita bahas satu per satu!1. Persiapan: Yuk Mulai dari DasarRingkas: Pilih alat yang benar-benar dipakai....
Baca SelengkapnyaMengidentifikasi Bahaya (Hazard) di Laboratorium Pneumatik SMKN 2 Depok
Keselamatan adalah prioritas utama di Laboratorium Pneumatik SMKN 2 Depok. Untuk memastikan lingkungan belajar yang aman dan efektif, kita harus mampu mengidentifikasi hazard atau potensi bahaya yang ada.Hazard didefinisikan sebagai segala sesuatu, termasuk situasi atau tindakan, yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, cedera, kerusakan, atau gangguan lainnya. Memahamihazard akan menjadi langkah awal...
Baca Selengkapnya
Mengenali Unsafe Condition dan Unsafe Behavior di Laboratorium Pneumatik
Keselamatan di Laboratorium Pneumatik SMKN 2 Depok sangat bergantung pada pemahaman kita terhadap dua faktor utama penyebab kecelakaan kerja: kondisi tidak aman (unsafe condition) dan tindakan tidak aman (unsafe behavior). Diperkirakan 88% kecelakaan kerja disebabkan oleh tindakan tidak aman dari manusia, sementara 10% karena kondisi lingkungan kerja yang tidak aman. Kondisi...
Baca Selengkapnya