Prosedur K3

Menerapkan 5R/5S di Laboratorium Pneumatik

Gambar Prosedur K3 - Klik untuk memperbesar

Laboratorium Pneumatik SMKN 2 Depok berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, efisien, dan produktif. Salah satu pilar utama dalam mewujudkan komitmen ini adalah penerapan budaya 5R, yang merupakan adaptasi dari konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) yang populer di industri manufaktur Jepang. 5r di Indonesia dikenal dengan sebutan 5R: Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Penerapan 5R secara konsisten sangat penting untuk mendukung Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta memaksimalkan pengalaman belajar siswa.

Tujuan utama program 5R adalah menciptakan tempat kerja yang tertata rapi, bersih, dan tertib, yang pada gilirannya akan meningkatkan efisiensi, produktivitas, kualitas, dan keselamatan kerja. Bagi siswa SMK, penerapan 5R ini menjadi pembiasaan diri yang sangat berharga untuk menghadapi dunia industri.

Penjelasan dan Manfaat 5R di Laboratorium Pneumatik:

  1. Ringkas (Seiri):
    • Definisi: Memisahkan segala sesuatu yang diperlukan dari yang tidak diperlukan, dan menyingkirkan yang tidak diperlukan dari tempat kerja. Ini termasuk memilah barang (alat dan bahan) yang diperlukan, belum diperlukan, tidak diperlukan, dan barang yang tidak sesuai penempatannya.
    • Penerapan di Lab Pneumatik: Hanya simpan alat, komponen, dan bahan yang relevan dengan praktikum pneumatik di area kerja. Singkirkan sisa selang, fitting yang rusak, atau dokumen yang tidak relevan.
    • Manfaat: Efisiensi ruangan meningkat, tidak terjadi pemborosan ruangan, dan K3 serta lingkungan kerja meningkat. Meminimalkan risiko tersandung atau tertimpa barang yang tidak relevan.
  2. Rapi (Seiton):
    • Definisi: Menata barang yang berguna secara rapi dan teratur di tempatnya. Identifikasi semua barang, kelompokkan berdasarkan kegunaan, dan beri penjelasan tentang nama, tempat, dan jumlah barang agar mudah digunakan.
    • Penerapan di Lab Pneumatik: Letakkan setiap alat pneumatik (silinder, katup, selang) pada holder atau laci yang telah diberi label sesuai fungsinya. Pastikan semua wiring dan jalur selang tersusun rapi saat praktik.
    • Manfaat: Memudahkan pencarian alat dan bahan saat dibutuhkan , membangun "budaya kerja" yang baik , serta meningkatkan efisiensi dan mengurangi waktu pencarian barang.
  3. Resik (Seiso):
    • Definisi: Menjaga kebersihan tempat/lingkungan kerja, mesin/peralatan, dan barang-barang agar tidak terdapat debu dan kotoran. Kebersihan harus dilaksanakan dan dibiasakan oleh setiap orang.
    • Penerapan di Lab Pneumatik: Bersihkan meja praktik dari sisa-sisa selang, debu, atau kotoran setelah setiap sesi praktikum. Pastikan kompresor dan trainer pneumatik bebas dari debu dan kondensat.
    • Manfaat: Menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman , membuat peralatan lebih awet , serta meminimalkan risiko penyakit akibat kerja.
  4. Rawat (Seiketsu):
    • Definisi: Mempertahankan kondisi lingkungan kerja yang sudah baik dari hasil 3R sebelumnya (Ringkas, Rapi, Resik) dengan membakukannya (standarisasi). Ini termasuk memberikan standar pada label petunjuk dalam semua operasi, dan memeriksa keadaan tempat kerja.
    • Penerapan di Lab Pneumatik: Gunakan alat sesuai dengan panduan penggunaannya sehingga alat akan tetap terawat.
    • Manfaat: Mempertahankan kualitas lingkungan kerja dan peralatan dalam jangka panjang, serta mengurangi biaya perawatan dan perbaikan.
  5. Rajin (Shitsuke):
    • Definisi: Terciptanya kebiasaan pribadi untuk menjaga dan meningkatkan apa yang sudah dicapai, atau pembiasaan disiplin diri dan berani mengubah perilaku ke arah yang lebih baik secara konsisten. Ini berarti "Lakukan apa yang harus dilakukan dan jangan melakukan apa yang tidak boleh dilakukan".
    • Penerapan di Lab Pneumatik: Setiap siswa secara mandiri dan konsisten menerapkan Ringkas, Rapi, Resik, dan Rawat tanpa perlu pengawasan terus-menerus. Selalu mematuhi peraturan dan prosedur K3.
    • Manfaat: Meningkatkan kedisiplinan diri , mendorong peningkatan prestasi kerja , serta menghasilkan lingkungan kerja yang lebih baik, nyaman, dan menarik, dengan meminimalkan kecelakaan dan kerusakan.

Penerapan 5R yang konsisten di Laboratorium Pneumatik SMKN 2 Depok tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan teratur, tetapi juga membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tuntutan dunia industri yang mengutamakan K3.

sumber: Ismara, K. I., Pertiwiningrum, A., Fitrihana, N., & Khurniawan, A. W. (2018). Prinsip-Prinsip Keselamatan dan Kesehatan kerja dalam LKS SMK. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuaran. 

Video Prosedur

Dokumen Lampiran

Pratinjau tidak tersedia untuk tipe file ini.

Kembali ke Daftar Prosedur
×